Aku memiliki teman teman yang membuatku nyaman. Aku tidak memiliki banyak teman dekat, tetapi sebagian mereka yang dekat denganku membuatku bahagia. Aku diberi nama oleh orangtuaku Xata Delcansa Harya. Aku anak tunggal kini, sebelumnya aku memiliki seorang kakak yang menyayangiku dan telah pergi jauh meninggalkan dunia fana ini.
Sehari-hari aku dipanggil Exa, dan aku terbiasa dengan panggilan itu. Kini aku sudah berada di kelas 3 SMA, di jurusan yang aku minati, IPA. Aku berkenalan dengan sebagian orang yang baru namun tak asing bagiku, karena sebelumnya aku pernah melihat mereka tanpa mengetahui namanya. Lalu sekarang aku sudah tahu apa yang tidak ku ketahui, mungkin aku tergolong orang yang cuek dengan orang baru, tetapi aku tidak menutup diri dari orang baru. Yang mengenalku akan memahamiku, yang tidak mengenalku maka akan berkata tentangku 'sombong, apatis, cuek, dan masih banyak lagi'. Aku akan dekat dengan seseorang jika sudah lama mengenal, karena setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda beda. Sekolah ku ini adalah salah satu sekolah negeri yang cukup baik di kota ku. Kota kelahiran ku ini, menjadi saksi tempatku tumbuh, berkembang, dan beraktivitas (kata yang sangat umum di dengar). Aku berdomisili di sebuah pulau yang bukan Jakarta, dan bukan pula pelosok. Kampung halamanku terkenal dengan perkebunan sawit yang luas, dan menghasilkan minyak mentah. Aku menghabiskan masa remajaku di Riau, ya tetapi di ibukotanya. Tak penting membahas kota ku, aku memiliki cerita yang lebih penting lagi dari keistimewaan kota ku ini. Tentang hidupku yang seperti rubik, terlihat mudah namun tak seperti yang dilihat, banyak hal yang terjadi dan harus ku lalui. Mungkin bukan aku saja yang mengalami. Ya, karena setiap orang memiliki permasalahannya masing-masing. Ceritaku dimulai sejak aku berkenalan dengan teman baru ku, namanya Senza Felnea
0 comments:
Posting Komentar